Cara Merawat Mukena Parasut

Mukena parasut adalah mukena tipis yang kini banyak dijual untuk bepergian. Mukena ini memang banyak disukai para muslimah karena ringan dibawa dan dingin ketika dipakai. Tapi, tahukah anda bahwa merawat mukena parasut berbeda dengan mukena dari kain katun atau sutera? Bila salah cara merawatnya bisa mudah rusak. Oleh karena itu, ikuti tips berikut ini.

Mencuci
Cara mencuci mukena parasut hampir sama dengan mukena jenis lain. Pertama, masukkan deterjen secukupnya ke dalam air. Kocok air dalam ember hingga semua deterjen tersebut larut. Masukkan mukena ke dalam ember berisi sabun tersebut, kemudian diamkan hingga 15 menit. Jangan merendam lebih dari itu karena serat parasutnya akan rusak. Kucek mukena ke seluruh bagian hingga bersih. Biasanya bagian yang paling kotor dan berbau adalah bagian dahi. Tambahkan sabun ke bagian yang kotor dan berbau tersebut, tapi tidak perlu disikan karena dapat merusak serat kain, meskipun serat kain parasut sebenarnya cukup kuat.

Setelah selesai menguceknya, bersihkan dengan air hingga tidak ada sabun yang tersisa. Bila anda kurang bersih membilasnya, maka warna mukena parasut akan memudar (kusam) dan kainnya mudah berserabut.
Kibaskan mukena sebelum dijemur agar tidak tikal saat kering. Bahan Mukena parasut sangat tipis sehingga mudah rusak bila disetrika dengan panas tinggi. Untuk membuatnya rapi kembali, kibasan sebelum dijemur bisa membantu. Ketika mukena anda sudah kering (mudah kering), segera ambil karena terik matahari terlalu lama akan merusak serat kain parasut.

Menyimpan
Setelah mukena parasut anda kering, setrika dengan pewangi pakaian yang mengandung anti bakteri dan jamur. Jangan menyetrika kain mukena terlalu panas yang menyebabkan kainnya menjadi lembek atau bahkan terbakar. Kain parasut memang tidak bisa serapi kain katun, jadi tidak perlu terlalu memaksakan untuk menjadi rapi.

Simpan di almari yang bersih tanpa jamur, kalau perlu beri alas kertas di bawah almari agar tidak mudah mengenai baju di atasnya. Mukena parasut sangat mudah terserang jamur yang mengakibatkan bercak warna hitam atau putih dan baunya tidak enak.
Setelah anda mengenakan mukena parasut, segera cuci dan jangan tunggu hingga berbau karena hal tersebut dapat menyebabkan jamur tubuh subur. Satu hal yang penting adalah menjemur atau setidaknya menyimpan di udara terbuka setelah dikenakan agar tidak mudah berjamur. Jangan sekali-kali melipat mukena anda setelah dikenakan, apalagi bila bagian dahinya basah karena hal ini akan menimbulkan bau tak sedap.

Bila anda suka bepergian dengan membawa mukena tipis di mobil, sebaiknya segera dicuci setibanya di rumah agar tidak terlalu kotor. Bila cara merawat mukena ini dilakukan dengan benar dan konsisten, maka mukena anda akan lebih awet dan selalu wangi. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *