Contoh Usaha Bulan Ramadhan dan Lebaran

Usaha rumahan dari dulu hingga kini memang menjadi alternatif ladang pencaharian. Waktu kerja yang fleksibel, penghematan biaya dari segi sewa tempat usaha atau ruko serta pengurangan biaya dari segi ongkos menjadi pilihan bagi para peminatnya. Bukan hanya dibulan-bulan biasa usaha rumahan kini mulai berjamuran, memasuki bulan puasa pun usaha rumahan masih tetap berjalan. Contoh usaha rumahan bulan puasa yang sudah tak asing lagi untuk kita ketahui salah satu contohnya adalah franchise usaha laundry.

Dasar dari pekerjaan ini memang pekerjaan ibu rumah tangga, maka dari itu tidak sulit bagi siapapun yang mau membuka dan memulai usaha rumahan seperti usaha franchise laundry. Namun sebuah usaha tentunya membutuhkan konsumen yang loyal agar sebuah usaha tetap berdiri tegak. Dan bagaimana caranya?

Jangan besar kepala dulu seandainya usaha laundry yang Anda buka langsung kebanjiran order. Biasanya di saat-saat itu konsumen yang datang masih dikategorikan konsumen coba-coba. Seandainya hasilnya bagus, ia bertahan. Tapi jika hasilnya jelek, maka mereka pun tak segan untuk beralih ke usaha laundry yang lain. Konsumen masa kini, dengan lingkungan usaha laundy yang  kompetitif, bukan hanya membutuhkan hasil baik, tapi hasilnya harus melebihi harapan mereka. Maka dari itu pengusaha yang dalam konteks ini adalah Anda tidak boleh pasif. “Jemputlah bola.”

Orang tidak setiap hari menggunakan jasa laundry. Konsumen laundry paling loyal biasanya seminggu sekali atau sepuluh hari sekali. Agar  kerja kita memuaskan, maka tugas Anda adalah mengingatkannya. Jadikan pengembangan bisnis ini seperti usaha ganti oli. Dalam usaha oli, agar pelanggannya sadar untuk mengganti oli, maka dia akan mendapat kartu peringatan ganti oli. Caranya yaitu dengan membuat reminder untuk melakukan laundry.

Untuk reminder itu Anda perlu data base konsumen, seperti nama, alamat, nomor telepon, serta kebiasaan mereka dalam mencuci, entah itu seminggu sekali, sepuluh hari sekali atau sebulan sekali. Kembangkan strategi yang berorientasi pada pelanggan, memberikan lebih, dan meringankan pelanggan, bukan hanya sekedar mampu mencuci dan menyeterika secara bersih dan wangi.  Dan meskipun usaha laundry yang Anda jalankan bersistem franchise, bukan berarti Anda hanya tinggal duduk diam lalu beres, Anda juga harus mengamati apa yang terjadi di dalam usaha rumahan yang Anda geluti dan segala hak menyangkut pelanggan Anda, agar usaha bisa berjalan lancar dan menjanjikan. Semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *