Standar Operasional Prosedur Bisnis Laundry Kiloan

Standar Operasional Bisnis Laundry Kiloan

Standar Operasional Bisnis Laundry Kiloan

Standar Operasional Prosedur Bisnis Laundry Kiloan
Peluang bisnis laundry kiloan di Indonesia semakin hari semakin bagus perkembangannya. Dari pengusaha kecil dan bermodal besar selalu mengalami peningkatan yang sangat baik dari segi keuntungannya. Namun tahukah Anda apa saja standar operasional prosedur bisnis laundry kiloan? SOP laundry kiloan sangat banyak sekali tahapannya, namun beberapa hal yang perlu kita ketahui antara lain akan kita bahas di artikel ini, sehingga kita pelaku usaha laundry kiloan akan semakin memehami beberapa hal penting mengenai laundry kiloan yang harus diketahui.

Tahapan proses bisnis laundry kiloan / Standar Operasional Prosedur Bisnis Laundry Kiloan, yaitu :

1. Standar Operasional Prosedur Penerimaan Cucian Kotor
Timbang pakaian pada mesin timbangan lalu hitung jumlah helai cucian, baik kemeja, baju, celana,dll untuk menghindari perselisihan(dispute) jumlah pakaian dengan konsumen laundry kiloan.
Lalu lakukan Tagging/Penandaan cucian Pisahkan cucian konsumen laundry kiloan satu dengan lainnya, bisa menggunakan tag pin (tagging) atau laundry bag tersendiri jika proses pencuciannya satu mesin satu konsumen

2. Standar Operasional Prosedur Pemilahan Jenis Pakaian
Kenali tanda/label pada pakaian, biasanya ada instruksi pencucian dan jenis kainnya. Pisahkan pakaian yang dapat dicuci menggunakan air (laundry) atau harus menggunakan teknik pencucian dry cleaning. Pisahkan pakaian luntur atau tidak luntur. Pisahkan pakaian putih dan bukan. Pisahkan pakaian bernoda berat yang memerlukan proses penghilangan noda khusus(spotting).

3. Spotting Laundry Processing (Proses Spotting)
Proses pembersihan noda Pada bagian kerah kemeja, atau lengan bawah (bagian ketiak) biasanya memerlukan treatment khusus pembersihan noda atau pada noda-noda khusus: seperti noda oli, noda sambal, noda kecap, noda tinta, noda darah,dll

4. Pre-Wash Process (Proses Pre-Wash)
Proses sebelum pencucian Proses pre-wash ini dilakukan di mesin cuci atau diluar dengan proses perendaman, sebelum kepada proses pencucian utama, antara lain:
Proses Pemutihan Pakaian menggunakan pemutih laundry (Bleaching).
Proses Emulsifikasi atau pengekstrakan noda lemak, seperti pakaian-pakaian bengkel yang penuh noda oli.
Proses mematikan bakteri atau kuman ( Disinfektasi ) pada pakaian, dengan menggunakan disinfectant

5. Proses Pencucian utama (Washing Laundry Processing)
Proses pencucian menggunakan deterjen dapat ditambahkan additive chemicals lain seperti alkali, emulsi, atau oxybooster tergantung tingkat kekotoran cucian dan jenis bahan kain pakaian. Juga tergantung mesin yang digunakan mesin cuci otomatis atau bukan.

6. Proses Pembilasan (Rinsing Laundry Processing)
Proses pembilasan tergantung jenis mesin yang dipakai jika mesin cuci otomatis (front loading) biasanya jadi satu pada menu Quick Wash (Cuci Cepat), tergantung deterjen dan kimia yang dipakainya, apakah memungkinkan melakukan proses Quick Wash (Cuci Cepat), semakin deterjen anda mengandung busa banyak, semakin anda perlu melakukan perulangan proses pembilasan, disarankan tidak menggunakn Quick Wash untuk pencucian heavy duty (noda berat) dikarenakan kandungan alkali dan surfaktan yang belum netral, untuk itu gunakan bahan kimia sour/neutralizer untuk membantu proses pembilasan. Dan juga menurunkan Ph Cucian kembali ke pH netral.

7. Proses Pelembutan (Softening Process)
Agar pakaian nyaman dipakai proses pelembutan serat kain sangat diperlukan, selain melembutkan softener bersifat asam dengan ph rendah seperti sour sehingga membantu menetralkan ph pada serat kain, Ph cucian tidak netral dapat menyebabkan iritasi kulit.

8. Proses Pengeringan (Drying Laundry Processing )
Pada proses pengeringan disarankan menggunakan mesin tumbler dryer, mesin pengering yang berputar, agar pengeringan lebih sempurna, bukan hanya proses uap panas.Dan hati-hati pada mesin dryer gas, karena corong uap asap gas biasanya hitam dan menempel pada pakaian, jika mengalami masalah ini, silahkan hubungi technical support kami

9. Proses Penyetrikaan (Laundry Pressing)
Menggunakan Setrikaan dan Ironer Oil untuk membantu proses penyetrikaan diperlukan dalam proses ini, jenis ironer/setrikaan juga mempengaruhi kualitas proses ini, selain pengetahuan cara menyetrika terhadap jenis bahan/kain.

10. Proses Finishing Pada laundry kiloan
Tahapan finishing ini sangatlah penting dimana karakter konsumen Indonesia yang menyukai wewangian, untuk itu tahapan inilah yang menjadi kunci dari memberikan sentuhan wangi pada pakaian, dengan menggunakan parfum khusus laundry, sarankan solvent base prefume filler,bukan waterbase perfume filler yang disemprotkan sebelum di packing.

Demikian Fresher, semoga artikel tentang Standar Operasional Prosedur Usaha Laundry Kiloan ini bisa bermanfaat bagi para pengusaha bisnis laundry kiloan di seluruh Indonesia. Simak terus tips laundry hanya di pewangilaundry.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *