Tips Menghemat Air di Tempat Cucian

Air menutupi 70 persen permukaan bumi, tetapi air yang bersih dan dapat dikonsumsi manusia hanya 3 persen. Sekalipun Anda hidup di daerah dengan curah hujan yang tinggi, untuk dapat memanfaatkan air masih dibutuhkan energi untuk memproses, memompa, memanaskan, memompa ulang, dan memprosesnya lagi. Berikut beberapa tips menghemat air terutama di tempat cucian :

1. Ganti mesin cuci Anda dengan yang jauh lebih efisien. Mesin cuci model lama dengan bukaan atas menggunakan 151,4 hingga 170,3 liter air sekali cuci, dan rata-rata setiap keluarga mencuci sebanyak 300 kali dalam satu tahun. Mesin cuci efisiensi tinggi, biasanya bukaan depan, hanya membutuhkan 56,7 hingga 113,5 liter air sekali cuci. Ini dapat menghemat 11.400 hingga 34.000 liter air per tahun.

2. Operasikan mesin dengan beban cucian penuh. Tunggu hingga tumpukan baju Anda cukup banyak dan sesuai kapasitas mesin, sebelum Anda mencucinya. Jangan mencuci sedikit-sedikit hanya karena Anda ingin memakai celana yang sama keesokan harinya! Pastikan menggunakan mesin cuci dalam mode ekonomis yang akan menghemat air serta listrik Anda! Terapkan aturan yang sama juga untuk mesin cuci piring. Operasikan saat cucian piring sudah cukup banyak tetapi jangan berlebihan.
a. Jangan gunakan mesin cuci piring sebelum membersihkan piring. Buang terlebih dulu sisa makanan yang cukup besar ke keranjang sampah atau bak pengurai. Jika piring Anda tidak dibersihkan sebelumya, pastikan Anda memasukkannya dengan benar ke dalam mesin, mesin cuci piring Anda dalam kondisi bagus, dan Anda menggunakan deterjen pencuci piring yang efektif.
b. Mesin cuci piring, terutama yang modern dan efisien, ternyata dapat menghemat air daripada jika mencuci piring dengan tangan, karena mereka menggunakan air yang sama di dalam mesin. Saat Anda akan membeli mesin cuci piring baru, perhatikan penggunaan energi dan airnya sebelum memutuskan untuk membeli.
c. Pilih mesin cuci Anda dengan cara bijaksana pula. Mesin cuci bukaan depan lebih hemat air daripada bukaan atas.
d. Pilih deterjen cuci yang dapat membilas bersih tanpa perlu pembilasan tambahan.

3. Kurangi frekuensi mencuci pakaian. Agar ini dapat terlaksana, Anda dan keluarga harus menghasilkan pakaian kotor lebih sedikit, yang juga berarti akan menghemat waktu dan memperpanjang keawetan kain pakaian Anda. Pakaian belum perlu dicuci kecuali sangat kotor atau berbau.
a. Gantung dan keringkan handuk pada rak setelah Anda mandi. Gunakan berkali-kali sebelum mencucinya lagi. Akan sangat membantu jika setiap anggota keluarga memiliki handuk masing-masing. Jika perlu gunakan warna-warni untuk membedakan.
b. Pakailah sebuah pakaian lebih dari sekali. Anda dapat saja memakai piyama yang sama untuk beberapa malam, apa lagi jika Anda mandi sebelum tidur. Gantilah kaus kaki dan pakaian dalam setiap hari, tetapi pakailah celana panjang, jeans, dan rok lebih dari satu kali sebelum dicuci lagi. Pakailah sweater atau jaket di luar tank top atau kaos oblong, dan hanya ganti pakaian yang di dalam saja.
c. Jangan mengganti pakaian di tengah hari. Jika Anda akan mengerjakan sesuatu yang dapat membuat kotor dan berantakan seperti mengecat, berkebun, dan berolah raga, sisihkan satu set pakaian lama khusus untuk kegiatan itu dan pakailah beberapa kali juga sebelum mencucinya. Jika memungkinkan, atur waktu agar kegiatan semacam itu dilakukan sebelum waktu mandi Anda sehingga Anda tidak harus mandi lagi dan membutuhkan pakaian bersih lagi.

4. Jangan gunakan mesin penyedot sampah terlalu sering. Mesin penyedot sampah menggunakan banyak sekali air untuk menyedot sampah dari bak cuci piring Anda, dan ini sebenarnya tidak perlu. Sisihkan sampah padat ke dalam tempat sampah atau bak pengurai rumah tangga daripada membuangnya melalui saluran air bak cuci piring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *